Benarkah Bayiku Terlambat Bicara? (Cara Bunda Bicara Lebih Menentukan )

19:57 Posted In , , , , , , , , , , , , Edit This
Menurut William Sears, MD, dan Martha Sears, RN, hasil-hasil penelitian mereka membuktikan bahwa bayi memang mendengar ketika diajak bicara ibunya. Dalam buku mereka The Baby Book, Everything You Need to Know about Your Baby from Birth to Age Two, keduanya menulis bahwa cara ibu berbicara pada bayinya memang lebih menentukan dalam berkomunikasi. “Karena itu, sebenarnya bunda tak perlu cemas tidak akan bisa berkomunikasi dengan anaknya.Biasanya, cara ibu berbicara diperoleh secara alami. Naluri bunda yang akan mengatakan bagaimana seharusnya ia berbicara dengan anaknya, apakah dengan lambat, lalu kemudian berubah menjadi keras, dan semacamnya,” kata mereka.
Tentu saja, ada juga beberapa kiat berbicara dengan bayi yang diberikan kedua ilmuwan ini, yaitu:

* Melihat kepada bayi Anda.
Pandanglah mata bayi sebelum bercakap-cakap, dan Anda akan memperoleh perhatian bayi serta mendapat tanggapan yang menghargai.


* Panggil si kecil dengan namanya.
Bayi memang belum bisa mengasosiasikan dirinya dengan sebuah nama selama beberapa bulan pertama. Tapi, kalau dia sering dipanggil dengan nama itu, ia akan merasa nama itu istimewa karena telah pernah didengarnya. Jadi, bila bunda memanggilnya, ia akan terbawa perasaan gembira karena mendengar sesuatu yang tidak asing lagi.

* Lakukan dengan sederhana.
Pakailah kalimat dengan dua atau tiga kata dan huruf vokal yang pengucapannya diperjelas dan dikeraskan, seperti : “Raafiii anaak baaaaik”. Untuk menyebut diri Anda, gunakan juga kata panggilannya seperti “Mama” dan “Papa”, atau “Bunda” dan “Ayah”, atau “Mum” dan “Dad”.

* Hidupkan suasana.
Kalau ada kucing lewat, lambaikan tangan sambil mengatakan, “Dadah Mpus”, supaya bayi Anda mengerti bahwa kegiatan yang sedang dilakukan adalah memberi salam pada kucing. Biasanya, ia akan lebih mudah mengingat kata-kata yang berasosiasi dengan sikap tubuh yang menggambarkannya. Bisa juga Anda lakukan dengan bertepuk tangan bila mengatakan sesuatu yang ada hubungannya dengan tepuk tangan, atau menjentikkan jari, atau mengacungkan jempol, atau apa saja yang membuat suasana bersama bayi tetap hidup. Punya bayi memang cenderung menuntut Anda lebih cerewet.

* Ajukan pertanyaan.
“Rafi mau mandi?” atau “Mau dadah sama Ayah?” adalah bentuk pertanyaan yang secara alami akan memperjelas suara pada akhir kalimat ketika bunda mengharapkan tanggapan dari buah hatinya.


* Berikan umpan balik kepada bayi Anda.
Bila bayi merespons, atau ketika ia membuka percakapan dengan ‘senyuman’ bahasa tubuh atau dekutan yang menawan hati, tirulah vokalisasinya dan ulangi kembali. Dengan meniru bahasanya, nilai bayi terhadap hal itu akan bertambah, dan bayi akan terdorong untuk terus menyampaikan maksudnya.

Nah, Anda siap untuk melakukan pembicaraan yang menyenangkan dengan sang buah hati. Tak usah ragu dan cemas, percayalah bahwa cara bicara Anda akan lebih menentukan berhasil tidaknya komunikasi ibu-anak. (hannie)
sumber web infobunda

INDAH FASHION

ONLINE&OFFLINE SHOP
SALE MATERNITY/BIG SIZE& BREASTFEEDING CLOTHES/UNDERWEAR , BABY UNTIL 5 YEARS BRANDED (CUBITUS,ETC) CLOTHES,DRESS,WOMAN JEANS PANTS NEW&REASONABLE,BRANDED WOMAN&MAN (LV,ETC), ORIFLAME

WEB , http://indahfashion.blogspot.com
e-mail:sweetye_indah@yahoo.com

Also visit, http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com

http://indahmoney.blogspot.com

http://indaherbal.blogspot.com

http://indahcareer.blogspot.com

http://indahbrand.blogspot.com

Facebook : http://www.facebook.com/pages/Indahfashion-Shop/189310348521

Twitter, https://twitter.com/Indahfashion



Mengapa Si Kecil Bertanya Terus?

19:17 Posted In , , , , , , , Edit This
Sabtu, 14/11/2009 | 07:24 WIB

KOMPAS.com - Pertanyaan-pertanyaan si kecil seperti menginterogasi Anda? Jangan serta merta merasa kesal. Itu adalah pertanda bahwa keingintahuannya amat besar. Menurut Robert Goldstein, PhD, lewat bukunya, Buku Pintar Orangtua, anak kecil adalah pembelajar ilmiah dan pengamat utama terhadap apa yang ada sekarang dan yang ada di tempat. Sehingga, tak jarang anak secara terus menerus mencoba mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya.

Anak-anak bersandar kepada orangtuanya. Karena itulah ia akan selalu mengajukan banyak pertanyaan kepada orangtuanya. Anak-anak percaya, bahwa orang dewasa mengetahui segalanya tentang apa pun. Anak-anak pun memiliki kerangka berpikir bahwa segalanya bertujuan. Makanya akan ada pertanyaan-pertanyaan yang Anda pun akan bingung menjawabnya, misal; “Mengapa anak itu tinggi?”

Di lain waktu, anak juga bisa menggunakan pertanyaan untuk meredakan ketakutannya. Misal, “Mengapa anjing itu menggonggong?” Atau kali lain, ia juga akan mengajukan banyak pertanyaan atau berbicara terus menerus karena ia merasa dengan cara itu, mendapatkan perhatian penuh dari orangtuanya.

Namun, ada kala ketika sedang letih atau jenuh, orangtua akan merasa jenuh atau terganggu dengan pertanyaan anak-anak yang cenderung memberondong. Tak jarang, anak-anak akan mengajukan pertanyaan baru usai orangtua menjawab pertanyaan sebelumnya. Akan ada saat-saat Anda menemukan kesulitan untuk mengetahui keinginan anak, karena dia tidak puas dengan jawaban yang diterimanya. Sebelum memberikan jawaban yang sulit, Anda bisa bertanya dulu kebutuhan si anak dari cara pandangnya, misal dengan bertanya, “Apa yang kamu pikir tentang arti kata itu?” atau, “Coba kamu pikirkan dulu, kira-kira mengapa anjing itu menggonggong?”

Jika si kecil masih saja bertanya “mengapa” untuk kesekian kalinya, ini berarti si anak masih menolak jawaban dari Anda karena ia belum mengerti jawaban Anda. Anak-anak mengalami kesulitan menyerap fakta tak umum atau belum berhubungan langsung dengan pengalamannya. Karena itulah, orangtua harus menjawab pertanyaan sesuai tingkat pemahaman anak.

Bila pertanyaan-pertanyaan si anak yang terus menerus dan celotehannya mengganggu Anda, ingatlah bahwa Anda tak perlu menjawab seluruhnya saat itu juga. Untuk meredam pertanyaannya saat Anda sedang repot menghitung barang belanjaan, coba berpaling kepadanya, anggukkan kepala atau katakan, “Mama dengar kamu, kok.” Bahkan dengan gumaman tanda mengiyakan atau bahwa Anda mendengarnya pun sudah bisa membuat si kecil bahagia. Ingatlah, bahwa komunikasi adalah hal yang penting dalam menjalin sebuah hubungan. Sebentar lagi ia akan memasuki fase remaja, ketika itu terjadi, ia akan lebih banyak bertanya kepada teman-temannya. Ketika hubungan emosional Anda dan si kecil sudah terjalin sejak dini, niscaya ia akan terus mau berkomunikasi dengan Anda.

NAD
sumber : web female.kompas.com

INDAH FASHION

ONLINE&OFFLINE SHOP
SALE MATERNITY/BIG SIZE& BREASTFEEDING CLOTHES/UNDERWEAR , BABY UNTIL 5 YEARS BRANDED (CUBITUS,ETC) CLOTHES,DRESS,WOMAN JEANS PANTS NEW&REASONABLE,BRANDED WOMAN&MAN (LV,ETC), ORIFLAME

WEB , http://indahfashion.blogspot.com
e-mail:sweetye_indah@yahoo.com

Also visit, http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com

http://indahmoney.blogspot.com

http://indaherbal.blogspot.com

http://indahcareer.blogspot.com

http://indahbrand.blogspot.com

Facebook : http://www.facebook.com/pages/Indahfashion-Shop/189310348521

Twitter, https://twitter.com/Indahfashion



Membiasakan si Kecil Menggosok Gigi

20:35 Posted In , , , , , , , Edit This
Beberapa Bunda mengeluhkan putra putrinya kerap kali menolak untuk menggosok gigi. Khususnya pada pagi hari dan malam menjelang tidur. Tentu saja penolakan ini ada penyebabnya. Salah satunya yang cukup signifikan adalah faktor kebiasaan. Kalau si kecil tidak dibiasakan membersihkan mulutnya sejak dini, tidak heran kalau kelak ia tidak merasa risih bila tidak menggosok gigi.

Untuk membiasakannya Bunda harus rajin membersihkan rongga mulutnya sedari bayi. Dengan begitu ia akan merasa tak nyaman bila mulutnya terasa tidak bersih. Caranya mudah sekali, berikut tahapannya :

• ambil sedikit kain kassa dan lilitkan pada jari
• celupkan kain kassa ke dalam air hangat-hangat kuku
• usapkan ke seluruh bagian rongga mulutnya

Karena dia sudah terbiasa dengan rongga mulut yang bersih maka dengan sendirinya dia akan rajin membersihkan giginya kelak. Setelah usianya memasuki 3 tahun Bunda boleh mulai memperkenalkan alat-alat untuk membersihkan gigi. Pilihlah sikat dengan bulu yang lembut supaya gigi dan gusinya tidak terluka. Boleh juga membelikan sikat gigi dengan bentuk yang unik dan lucu-lucu. Hal ini bisa menambah semangatnya menggosok gigi.

Perlukah Pasta Gigi?
Memang ada beberapa jenis pasta gigi untuk anak-anak, tetapi kalangan dokter gigi menganjurkan sebaiknya si kecil tidak menggunakan pasta gigi dulu. Alasannya tentu saja karena kandungan kimia yang terdapat di dalamnya yang dikuatirkan dapat si kecil menelannya.
Dengan bertambahnya usia kemampuan berkumur dan menelan si kecil juga semakin baik. Saat inilah Bunda boleh mencoba memberikan pasta gigi (pilih yang bertuliskan aman untuk balita) padanya. Tidak usah terlalu banyak cukup berikan sedikit saja di ujung sikat.

Tips :
• Ciptakan suasana yang menyenangkan saat menggosok gigi, misalnya sambil bernyanyi. Sehingga si kecil tidak perlu dipaksa yang malah mungkin bisa menimbulkan trauma baginya.
• Bisa juga melakukan ritual menggosok gigi bersama Bunda, Ayah dan sang kakak.

sumber :web infobunda.com


INDAH FASHION

ONLINE&OFFLINE SHOP
SALE MATERNITY/BIG SIZE& BREASTFEEDING CLOTHES/UNDERWEAR , BABY UNTIL 5 YEARS BRANDED (CUBITUS,ETC) CLOTHES,DRESS,WOMAN JEANS PANTS NEW&REASONABLE,BRANDED WOMAN&MAN WEB (LV,ETC), ORIFLAME

http://indahfashion.blogspot.com
e-mail:sweetye_indah@yahoo.com

Also visit, http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com

http://indahmoney.blogspot.com

http://indaherbal.blogspot.com

http://indahcareer.blogspot.com

http://indahbrand.blogspot.com

Si Kecil Super Aktif?

23:16 Posted In , Edit This
Si Kecil Super Aktif?

Bagaimana memfasilitasi si kecil yang aktif berlari-lari?


Si kecil Anda selincah bola bekel? Senang sekaligus pusing. Senang karena dia tergolong anak yang aktif bergerak, pusing karena apapun pasti akan coba ia lakukan, meski yang berbahaya sekalipun.

Ini beberapa contoh tindakannya: memanjat meja kursi dan tangga, merangkak ke kolong meja, bolak balik ke kamar mandi dan wastafel untuk main air, membuka tutup laci dan lemari lalu menguras semua isinya, membuka –buka dompet Papa, kotak rias Mama diobrak-abrik, keranjang belanja dan semua wadah yang ada isinya dikeluarkan, berlarian di toko dan menyentuh semua barang di rak yang bisa disentuh, mengejar-ngejar anjing dan kucing untuk disentuh, dibelai, dipegangi ekornya atau dinaiki, mendorong-dorong apa saja yang bisa didorong, melonjak-lonjak di sofa empuk. Duh, banyak deh.

Mama dan Papa kewalahan dan tak habis pikir kenapa si kecil begitu? Inilah beberapa alasan kenapa si kecil selincah bola bekel.

Si kecil yang mulai belajar jalan (1-2 tahun) adalah anak yang penuh energi dan gagasan. Ini membuat mereka ingin mengeksplorasi lingkungan.

Mereka umumnya penuh semangat karena memiliki kebutuhan perkembangan untuk mengekplorasi dan mempelajari diri serta dunia disekitar mereka. Untuk memenuhi kebutuhan ini, aktivitas fisik menjadi penting bagi mereka.

Mereka juga tengah tertarik pada cara kerja suatu benda. Anak batita selalu tertarik kepada sesuatu itu terbuat dari apa (kasar atau halus, keras atau lembek) dan bagaimana cara kerjanya (darimana asal bunyi kriiing pada mainan telepon-teleponan). Itulah makanya mereka selalu aktif memeriksa dan mengamati apa saja dengan seksama, sampai ke bagian-bagian dalamnya.

Si kecil sedang gemar menguji tubuhnya. Anak seusia ini senang sekali jika bisa mengangkat tubuhnya sendiri: berdiri, merangkak, memanjat, berjalan dan berlari.

Ia pun sedang senang meniru-niru. Selain tertarik pada semua benda, anak usia 1-3 tahun juga tertarik pada semua orang, terutama pada orang yang baru pertama kali dlihat, atau orang yang tampilannya berbeda. Terhadap orangtuanya pun mereka tertarik. Mereka senang menjadi bagian dari apa saja yang dilakukan orangtua

Pada tahap ini si kecil mulai menegaskan ‘kediriannya’. Anak seusia ini mulai menyadari bahwa dirinya terpisah dari orangtua, pengasuh, dan lingkungannya. Ini kadang mendorong mereka untuk aktif berusaha sendiri, melakukan sesuatu dan menolak mentah-mentah pertolongan orang lain.

Kecenderungan anak batita untuk aktif, mengeksplorasi secara fisik ini menjanjikan segudang manfaat. Yang pasti, perkembangan fisiknya sangat diuntungkan. Koordinasi tangan dan mata, koordinasi otot-otot besar-- yang digunakan untuk berjalan, berlari, memanjat dan melompat- – berkembang. Kecerdasan anak pada usia ini jelas akan berkembang, karena seluruh panca inderanya terpakai. Kemampuan anak memecahkan masalah juga berkembang seperti “Oh ternyata begitu ya cara memanjat tanpa jatuh.” Dan tak kalah penting, keterampilan sosial-emosional anak pun ikut berkembang. Anak bisa belajar percaya diri sambil tetap merasa aman di dalam pengawasan orangtua.

Untuk si kecil yang aktif, inilah beberapa tips yang perlu jadi pegangan orangtua:

Pertama, amankan rumah Anda. Singkirkan benda panas, berat, beracun, benda yang bisa menyetrum. Termasuk benda yang bisa mencekik, menjerat, menjepit, membuat tersandung, tergelincir/terpeleset. Tutup akses ke tempat berbahaya dan tidak terawasi: pintu/jendela yang mudah dibuka, stop kontak listrik. Pasang pengaman di tangga, balkon, pintu dan jendela.

Kedua, sibukkan anak dengan aneka kegiatan aktif. Misalnya, menari dengan iringan musik, bermain air, merangkak-rangkak di terowongan kardus, mendorong-dorong benda yang bisa didorong, membacakan buku cerita dengan peragaan, berjalan-jalan keluar rumah minimal sekali sehari.

Ketiga, ajarkan anak bergerak dengan aman. Meski tidak bisa sekali jadi, contohkan kepada anak cara aman naik turun tangga, melangkah di lantai licin, dan sebagainya.

Keempat, awasi anak dan bersiagalah. Pastikan si kecil selalu diawasi. Latih kesiagaan Anda—ketegasan dan kecepatan bergerak seketika—untuk menyelamatkan diri dari bahaya.

Nah, kini Mama dan Papa sudah tahu kan manfaat dari aktivitas fisik si kecil yang sempat ‘mengkhawatirkan’ itu, rasanya kok sayang ya jika si kecil tidak dibebaskan berlari-lari ke sana kemari, melompat, memanjat, dan sebagainya. Lebih baik kita berikan dukungan, namun tetap dengan pengawasan yang ketat. Bisa kan Ma, Pa?

REFERENCE : morinagaplatinum.com

INDAH FASHION

ONLINE&OFFLINE SHOP
SALE MATERNITY/BIG SIZE& BREASTFEEDING CLOTHES/UNDERWEAR ,

BABY UNTIL 5 YEARS BRANDED (CUBITUS,ETC) CLOTHES
DRESS,WOMAN JEANS PANTS NEW&REASONABLE

SHIPPING AROUND THE WORLD
WEB , http://indahfashion.blogspot.com
e-mail:sweetye_indah@yahoo.com

Also visit, http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com

http://indahmoney.blogspot.com

http://indaherbal.blogspot.com


CARA AMAN & EFEKTIF MENYAPIH SI KECIL

00:39 Posted In , , , Edit This
CARA AMAN & EFEKTIF MENYAPIH SI KECIL

Menyapih si batita dari ASI mudah saja asal dilakukan dengan cara yang tepat.

Hingga kini masih banyak ibu yang menggunakan cara-cara penyapihan seperti yang dilakukan ibu-ibu zaman dulu. Dari mengoles putingnya dengan zat-zat yang berasa pahit seperti jamu dan brotowali, sampai memplester puting. Bahkan ada yang mengolesnya dengan obat merah. Padahal, sudah seharusnyalah kita meninggalkan cara-cara lama itu. Apalagi pada dasarnya, menyapih anak dari ASI dapat dilakukan secara alami, sehingga anak lebih siap menerimanya.

Jika menyapih dilakukan dengan cara yang benar, maka kelekatan anak dengan ibunya akan berada dalam porsi yang tepat. Maksudnya, anak dapat belajar bahwa ibu tetap mencintainya meskipun ia tak mendapatkan ASI lagi. Anak akan merasa, disapih bukanlah suatu yang menyakitkan. Dengan begitu, efek lain yang bisa timbul adalah anak belajar kemandirian.

SALAH CARA MENYAPIH DAN EFEK YANG MUNGKIN TIMBUL

1. Mengoleskan obat merah pada puting

Selain bisa menyebabkan anak mengalami keracunan, juga membuat anak belajar bahwa puting ibu ternyata tidak enak, bahkan bisa membuatnya sakit. Keadaan ini akan semakin parah jika ibu melakukannya secara tiba-tiba. Si kecil akan merasa ditolak ibunya. Dampak selanjutnya mudah diduga, anak akan merasa ibu tidak mencintainya.

Gaya kelekatan yang muncul selanjutnya adalah avoidance (menghindar dalam suatu hubungan interpersonal). Hal ini dapat memengaruhi perkembangan kepribadian anak. Ia akan mengalami kesulitan untuk menjalin suatu hubungan intensif dengan orang lain. Hal ini terjadi karena di masa kanak-kanak ia merasa ditolak oleh orang tua, dalam hal ini ibunya.

2. Memberi perban/plester pada puting

Dibanding cara nomor 1, cara ini akan terasa lebih menyakitkan buat anak. Jika diberi obat merah, anak masih bisa menyentuh puting ibunya. Tetapi kalau sudah diperban/diplester, anak belajar bahwa puting ibunya adalah sesuatu yang tak bisa dijangkau.

3. Dioleskan jamu, brotowali, atau kopi supaya pahit

Awalnya mungkin anak tak akan menikmati, tetapi lama-kelamaan anak bisa menikmatinya dan malah bergantung pada rasa pahit tersebut. Mengapa? Karena ia belajar, meskipun pahit tetapi masih tetap bercampur dengan puting ibunya.

Dampaknya, anak bisa mengembangkan suatu kepribadian yang ambivalen, dalam arti ia tidak mengerti apakah ibu sebetulnya mencintainya atau tidak. "Bunda masih memberikan ASI, tapi kok tidak seperti biasanya, jadi pahit."

Parahnya lagi, kepribadian ambivalen bukan kepribadian yang menyenangkan. Anak akan mengembangkan kecemasan dalam hubungan interpersonal nantinya.

4. Menitipkan anak ke rumah kakek-neneknya

Kehilangan ASI saja sudah cukup menyakitkan, apalagi ditambah kehilangan figur ibu. Ingat lo, anak kecil umumnya belum memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Jadi, dapat dibayangkan kondisi seperti ini bisa mengguncang jiwa anak, sehingga tak menutup kemungkinan anak merasa ditinggalkan.

Tentunya hal itu tak mudah bagi anak karena ada dua stressor (sumber stres) yang dihadapinya, yakni ditinggalkan dan harus beradaptasi. Jadi jangan kaget, jika setelahnya anak pun butuh penyesuaian lagi terhadap ibunya. Malah akan timbul ketidakpercayaan anak terhadap ibu.

5. Selalu mengalihkan perhatian anak setiap menginginkan ASI

Meski masih batita, si kecil tetap bisa merasakan penolakan ibu yang selalu mengalihkan perhatiannya saat ia menginginkan ASI. Kondisi ini juga membuat anak belajar berambivalensi. Misal, ibu selalu mengajak anak bermain setiap kali minta ASI. Tentu anak akan bertanya-tanya, "Bunda sayang aku enggak sih, kok aku enggak dikasih ASI? Tetapi kalau tidak sayang, kok masih ngajak aku main?"

6. Selalu bersikap cuek setiap anak menginginkan ASI

Anak jadi bingung dan bertanya-tanya, mengapa dirinya diperlakukan seperti itu. Dampaknya, anak bisa merasa tak disayang, merasa ditolak, sehingga padanya berkembanglah rasa rendah diri.

CARA YANG DIANJURKAN

Penyapihan alami/natural (child led weaning)

Inilah cara yang terbaik karena tidak memaksa dan mengikuti tahap perkembangan anak. Tiap anak sebetulnya memiliki tahapan perkembangan alami yang menandai ia siap untuk disapih. Contoh, ketika giginya mulai tumbuh dan sistem pencernaannya sudah terbentuk baik biasanya anak mulai bisa menikmati makanan padat, bukan lagi ASI. Dengan begitu ia pun mulai belajar secara natural untuk meninggalkan ASI.

Sayangnya cara alami sering tak dipahami orang tua sehingga momentum yang baik ini malah diabaikan. Sering, kan, acara makan bagi anak tidak diupayakan menyenangkan. Makanannya juga tidak disajikan secara menarik, tidak variatif, serta rasanya mungkin kurang enak. Dari situ, akan timbul kesan negatif terhadap aktivitas makan. Jadi sebaiknya, manfaatkan jadwal makan anak untuk memberikan perhatian dan gizi yang baik. Dengan demikian, kelekatan emosional ibu-anak yang tadinya terfasilitasi di saat menyusui dapat terimbangi dengan aktivitas lain sesuai tahap perkembagan di usia batita.

CARA-CARA MENYAPIH INI BOLEH DILAKUKAN ASAL...

1. Memberi makan dan minum agar anak selalu kenyang sehingga lupa pada ASI

Cara ini boleh saja dilakukan untuk menyapih, tetapi harus secara perlahan. Selain itu, afeksi yang terjalin ketika ibu menyusui juga harus digantikan dengan sentuhan lain agar tetap terjaga hubungan kelekatan antara ibu dan anak. Jika kedua hal ini tak dilakukan, ditakutkan anak merasa ditolak.

Pada anak yang sudah mengerti jika diajak berbicara, ibu dapat memberikan penjelasan kepadanya. Katakan bahwa sudah saatnya ia makan makanan lain atau minum susu selain ASI, tapi ibu tetap sayang padanya.

2. Memberi empeng atau dot sebagai pengganti puting

Yang penting afeksi dari ibu bisa tetap terjaga dengan cara yang lain. Hanya saja, empeng atau dot bisa menciptakan ketergantungan baru sehingga memengaruhi struktur gigi-geligi anak. Jadi, bila ada cara lain yang lebih baik, hendaknya cara ini tak digunakan.

3. Menjarang-jarangkan waktu pemberian ASI

Jika tadinya pemberian ASI dilakukan kapan saja anak mau, maka untuk menyapihnya perjarang pemberian menjadi misalnya 3 kali sehari. Lalu beberapa minggu kemudian menjadi 2 kali sehari dan 1 kali sehari hingga berhenti sama sekali.

Hal ini boleh saja dilakukan karena mengikuti prinsip gradual weaning (menyapih secara bertahap). Maksudnya, anak disiapkan terlebih dahulu, sehingga ketika usianya genap 2 tahun, anak sudah siap tak mendapatkan ASI lagi. Biasanya cara ini dilakukan ketika anak mulai memasuki usia 1 tahunan. Di waktu-waktu biasanya anak mendapatkan ASI, kini diganti dengan susu formula dalam gelas dan makanan padat.

Yang penting, pengurangan frekuensi pemberian ASI tidak membuat anak kaget. Termasuk dalam cara bertahap ini adalah menyapih sebagian (partial weaning). Contoh, si batita disapih waktu malam saja atau waktu siang saja.

4. Memberikan penjelasan kepada anak, setelah itu tak sekalipun memberikan ASI lagi

Cara menyapih seperti ini bisa dilakukan jika usia anak sudah mencapai 2 tahun. Akan tetapi, tidak memberikan ASI sama sekali sebagai pertanda ketegasan ibu sama saja dengan menyapih secara mendadak (abrupt weaning). Dampaknya tetap negatif jika penjelasan ibu tidak bisa diterima; anak merasa ditolak oleh ibunya.

Apalagi jika sebelumnya tak ada pengondisian atau persiapan untuk anak terlebih dulu. Biasanya terjadi saat ibu memutuskan kembali bekerja karena merasa anak sudah cukup besar, ibu sakit sehingga tak boleh menyusui, ibu hamil lagi, atau produksi ASI berkurang drastis oleh karena satu dan lain hal.

Oleh karena itu, jelaskan pada anak alasan masuk akal mengapa harus berhenti menyusu pada ibu. Apakah karena usianya yang sudah mencapai 2 tahun atau karena kondisi ibu memang tidak memungkinkan sehingga harus berhenti menyusui secara mendadak.

JANGAN MENYAPIH BILA...

Penting diperhatikan, penyapihan hendaknya tidak dilakukan bila anak sedang mengalami suatu perubahan. Umpama, sedang tumbuh gigi, keluarga baru pindah rumah, atau si kecil baru saja masuk kelompok bermain. Dalam periode itu anak sedang perlu waktu untuk beradaptasi. Beradaptasi terhadap satu perubahan saja sudah sulit, apalagi jika ditambah dengan penyapihan. Terlebih lagi penyapihan melibatkan ikatan emosional ibu dan anak.

YANG JUGA PERLU DIPERHATIKAN

Saat mulai minum susu formula, ajari anak untuk menggunakan mug (cangkir), bukan dengan botol dot. Tujuannya agar secara perlahan-lahan anak tidak bergantung lagi pada puting susu ibunya. Dengan pengondisian ini, anak juga belajar bahwa puting susu ibu bukan satu-satunya alat untuk memperoleh susu.

Tentunya sambil melakukan cara-cara tersebut, ibu tetap harus menunjukkan afeksinya terhadap anak. Antara lain dengan memberikan sentuhan pada anak, semisal mengusap-usap rambutnya atau memeluknya. Namun caranya memeluk jangan seperti sedang memberikan ASI, melainkan peluklah dalam posisi yang lain.

Jika anak sudah bisa diajak bicara, berilah penjelasan. Contoh, "Kamu sekarang sudah besar. Kamu perlu makanan lain selain ASI." Tekankan juga bahwa tidak minum ASI bukan berarti ibu tidak sayang lagi.

KENDALA DARI PIHAK IBU

Tak jarang terjadi, kendala penyapihan datang justru dari ibu sendiri. Ia tak bersedia menyapih anaknya karena ada ikatan/ketergantungan emosional yang kuat dengan anak. Kondisi ini bisa terjadi jika ibu terlalu menikmati perannya sebagai sosok yang memberikan ASI kepada anak. Bisa juga dipengaruhi oleh perasaan dibutuhkan bahwa dirinyalah yang dapat membuat anaknya tumbuh dan berkembang melalui ASI yang diberikan.

Reference: id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071219220552AAwPnDH source Tabloid Nakita...

INDAH FASHION
SALE MATERNITY/BIG SIZE& BREASTFEEDING,

BABY UNTIL 5 YEARS BRANDED (CUBITUS,ETC)
WOMAN DRESS,WOMAN JEANS PANTS NEW&RESONABLE

SHIPPING AROUND THE WORLD
WEB , http://indahfashion.blogspot.com
e-mail:sweetye_indah@yahoo.com

http://indahmoney.blogspot.com



Custom Search

PUT INDAH FASHION BANNER

FEED BURNER

growurl

GrowUrl.com - growing your website