Jika Janin Sulit Berkembang

02:21 Posted In , , , Edit This
Meski pada banyak kasus, kondisi janin yang sulit berkembang dapat diatasi dengan baik, pada sejumlah kecil kasus lainnya, bisa saja menyebabkan kematian pada bayi. Dear all, Saya menikah agak terlambat (usia saat menikah 35 tahun). Untunglah, ternyata saya cukup subur karena dua bulan setelah menikah saya hamil. Mula-mula kehamilan saya baik-baik saja, sampai pada kehamilan 6 bulan dokter mulai menyatakan bahwa kandungan saya agak kecil. Bulan berikutnya dokter menyatakan bahwa bayi saya kecil. Alasannya, pertumbuhan janin saya terhambat. Apakah ada yang memiliki pengalaman seperti saya? Please, kalau memang ada yang pernah punya pengalaman sama, untuk sharing dengan saya. Saya nantikan jawabannnya ya.. Trims,Agustina, Bintaro

Kecemasan Agustina yang dimuat pada sebuah milis internet itu, memang masuk akal. Apalagi, ini merupakan pengalaman pertamanya menjadi seorang calon ibu. Tetapi, apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan pertumbuhan janin terhambat atau bayi kecil? David Peleg, M.D., Collen M. Kennedy, M.D., dan Stephen K. Hunter, M.D., PH.D. dalam American Family Physician August 1, 1998, menyebutkan bahwa kondisi tersebut dikenal sebagai Intrauterine Growth Restriction (IUGR), yakni suatu kondisi apabila bayi berukuran lebih kecil dari seharusnya, pada saat dalam kandungan. ‘’Seolah, bayi tidak berkembang dalam ukuran rata-rata normal. Umumnya, bayi yang mengalami IUGR akan berbobot rendah, saat dilahirkan,’’katanya dalam familydoctor.org.

Sementara itu, menurut dr. Uf Bagazi, SpOG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Brawijaya Women and Children Hospital, IUGR atau dikenal pula dengan istilah pertumbuhan janin terhambat (PJT), secara garis besar dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yakni :
  • Janin. Jika IUGR disebabkan oleh faktor janin, umumnya dikarenakan terdapat kondisi kelainan genetik, ada yang sifatnya ringan sehingga memungkinkan bayi masih bisa hidup, atau pun tidak.
  • Plasenta. Ini adalah organ yang menghubungkan ibu dengan janin, termasuk dalam memberi pasokan nutrisi dan oksigen. ‘’Jika terjadi gangguan pada plasenta, maka penghantaran makanan dan oksigen menjadi tidak optimal, maka bayi pun menjadi sulit berkembang,’’tutur dr. Uf –panggilan akrabnya.
  • Ibu. Misalnya, faktor usia (35 tahun ke atas), gaya hidup tidak sehat, sebut saja, calon ibu adalah seorang pecando rokok, alkohol, dan narkoba. Penyebab lainnya adalah jika ibu hamil mengidap penyakit tertentu, diantaranya hipertensi, anemia, atau memiliki penyakit-penyakit infeksi selama kehamilan.
Berat Badan Harus Naik
Umumnya wanita hamil, akan mengalami peningkatkan berat badan, sesuai dengan usia kehamilan, dan berat badannya sebelum hamil. Nah, cara mudah untuk mencurigai adakah kemungkinan PJT adalah jika tidak terdapat kenaikan bobot ibu hamil setelah usia 20 minggu atau pada kehamilan 5 bulan. ‘’Apabila dalam 1 bulan seorang ibu hamil tidak mengalami kenaikan berat badan seperti seharusnya, maka sebaiknya dilakukan penelusuran,’’papar dr. Uf. Penelusuran yang dimaksud dilihat, adakah faktor-faktor yang pantas dicurigai sebagai faktor pencetus tidak naiknya berat badan. Misalnya, gaya hidup ibu hamil, dan riwayat penyakitnya. Selain itu, akan dilakukan pula sejumlah pemeriksaan, antara lain :
  • Pemeriksaan tinggi fundus (rahim). Biasanya dokter dapat mengetahui keadaan PJT dari pertambahan ukuran rahim ibu (tingginya rahim yang diukur dari puncak rahim sampai batas tulang kemaluan). ‘’Dalam 2 kali pemeriksaan apabila tidak terjadi kenaikan, dapat dicurigai adanya hambatan,’’ucapnya.
  • Pemeriksaan USG (ultrasonografi) untuk melakukan estimasi berat janin, termasuk dengan mengukur lingkar kepala, panjang femur (tulang paha), dan lingkar perut janin. Ini dilakukan secara serial, dalam setiap pemeriksaan. Juga, menghitung alirah darah tali pusat untuk menentukan apakah ada pertumbuhan atau sebaliknya, penghambatan.
dr. Uf menyebutkan bahwa bagi wanita hamil sebenarnya ada patokan kenaikan berat badan. Misalnya, bagi Anda yang memiliki berat badan normal, kenaikannya sampai usia kehamilan 9 bulan adalah antara 12,5kg-18kg, sedangkan bagi yang tergolong kurus, kenaikan sebaiknya antara 16kg-20kg. Sementara, jika Anda termasuk gemuk, maka pertambahan berat badan selama kehamilan antara 6kg-11,5kg. Nah, bagi ibu hamil yang tergolong obesitas, maka kenaikan bobotnya sebaiknya kurang dari 6kg.
Menurut Prof. DR. Ir. Made Astawan, MS, pakar teknologi pangan dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB), untuk memantau berat badan, terdapat parameter yang disebut dengan indeks massa tubuh (IMT), dengan rumus sebagai berikut :

IMT = Berat Badan (kg) dibagi Tinggi badan (m) dikuadratkan.
Misalnya, jika berat badan 60 kg, dan tinggi 1,65m, maka 60kg dibagi 1,65x1,65, hasilnya 22kg/m2.

Patokannya, bila :
IMT 20-24 = normal
IMT 25-29 = kegemukan (overweight)
IMT lebih dari 30 = obesitas
IMT kurang dari 18 = terlalu kurus

Dengan demikian, jika IMT Anda 20-24, maka kenaikan bobot tubuh selama kehamilan antara 12,5kg-18kg, dan seterusnya. Umumnya, kenaikan pada trimester awal sekitar 1kg/bulan. Sedangkan, pada trimester akhir pertambahan bobot bisa sekitar 2kg/bulan.

Lahir Lebih Cepat Hingga Kematian
Kondisi PJT tidak dapat diabaikan, karena menurut dr. Uf, jika tidak segera diambil tindakan, bukan tidak mungkin dapat menyebabkan kematian pada bayi. ‘’Jika pertumbuhan terhambat, berarti terdapat kondisi asupan nutrisi dan oksigenasi yang tidak lancar,’’tuturnya. Lebih lanjut, dokter akan menilai penyebab terjadinya hambatan tersebut. ‘’Apabila, dinilai masih bisa dikoreksi, maka dengan pemantauan, kehamilan masih dapat dilanjutkan. Sebaliknya, jika ternyata dinilai sudah tidak bisa dikoreksi, maka diambil tindakan, bayi dilahirkan, meski belum pada waktunya,’’terang dr. Uf. Tindakan tersebut diambil apabila diyakini, jika bayi dilahirkan, kondisinya akan lebih baik, dari pada dibiarkan dalam kandungan.

Tetapi, dr. Uf, menggarisbawahi, sejauh faktor PJT adalah karena faktor plasenta, atau kondisi ibu, maka saat dilahirkan, bayi tetap dapat berkembang sebagaimana mestinya, bahkan kondisi ini tidak akan mempengaruhi kecerdasan bayi, dan tidak menyebabkan cacat pada bayi.

Pemeriksaan Rutin
Saat kehamilan, pemeriksaan rutin sangat penting dilakukan agar kondisi ibu dan janin dapat selalu terpantau. Termasuk, jika ada kondisi PJT, dapat diketahui sedini mungkin.

Pemeriksaan, lanjut dr. Uf, dianjurkan dilakukan setiap 4 minggu sampai dengan usia kehamilan 28 minggu. Kemudian, dari minggu ke 28-36, pemeriksaan dilakukan setidaknya setiap 2 minggu sekali. Selanjutnya, lakukan pemeriksaan setiap 1 minggu sampai dengan usia kelahiran atau 40 minggu. ‘’Perlu diperhatikan adalah, semakin besar usia kehamilannya, semakin mungkin pula terjadi hambatan/gangguan. Jadi, pemeriksaan harus dilakukan lebih sering,’’terangnya.

Nah, dengan demikian sesibuk apapun Anda, tetap luangkan waktu untuk memeriksakan kehamilan ya! PG

Tips Agar Janin Tumbuh Optimal
Tentu Anda tidak menginginkan adanya kondisi pertumbuhan janin terhambat selama kehamilan. Nah, berikut ini dr. Uf Bagazi, SpOG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Brawijaya Women and Children Hospital, memberikan tips untuk menghindari kondisi tersebut.
  • Usahakan hidup sehat. Konsumsilah makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan masa kehamilan. Untuk kuantitas, makanlah seperti biasa ditambah ekstra 300 kalori/hari.
  • Hindari stress selama kehamilan. Ini bisa menjadi salah satu faktor pencetus terjadinya hipertensi.
  • Hindari makanan/obat-obatan yang tidak dianjurkan selama kehamilan. Oleh karenanya, setiap akan mengkonsumsi obat, pastikan atas sepengetahuan/resep dokter kandungan.
  • Hindari alkohol, rokok, dan narkoba.
  • Olah raga teratur. Olah raga (senam hamil) dapat membuat tubuh bugar, dan mampu memberi keseimbangan oksigenasi, maupun berat badan.
  • Periksakan kehamilan secara rutin.
  • sumber :web parentsguide.co.id/dsp_content.php?kat=1&emonth=11&eyear=2007&pg=hns#

INDAH FASHION

ONLINE&OFFLINE SHOP
SALE MATERNITY/BIG SIZE& BREASTFEEDING CLOTHES/UNDERWEAR , BABY UNTIL 5 YEARS BRANDED (CUBITUS,ETC) CLOTHES,DRESS,WOMAN JEANS PANTS NEW&REASONABLE,BRANDED WOMAN&MAN (LV,ETC), ORIFLAME

WEB , http://indahfashion.blogspot.com
e-mail:sweetye_indah@yahoo.com

Also visit, http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com

http://indahmoney.blogspot.com

http://indaherbal.blogspot.com

http://indahcareer.blogspot.com

http://indahbrand.blogspot.com

Facebook : http://www.facebook.com/pages/Indahfashion-Shop/189310348521

Twitter, https://twitter.com/Indahfashion

TURUNKAN BERAT BADAN MELAHIRKAN

21:41 Posted In , , Edit This
7 CARA TURUNKAN BERAT BADAN PASCA MELAHIRKAN

7_Cara_Turunkan_berat_Bedan_Pasca_Melahirkan


SETELAH melahirkan, tentu ada banyak hal yang perlu Anda pikirkan. Mulai dari kapan harus menyusui, apa yang harus dilakukan jika bayi kesayangan Anda menangis, dan bagaimana cara menurunkan berat badan yang bertambah selama kehamilan. Jika sebelum hamil berat badan Anda normal dan mengalami penambahan berat sebanyak 12.5-17.5 kg selama kehamilan, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menurunkan berat badan secara perlahan, bisa lebih dari 2 bulan, dengan memperhatikan asupan makanan dan tentunya berolaraga.

Tapi, jika sebelum kehamilan Anda sudah kelebihan berat badan dan mengalami penambahan berat badan lagi selama kehamilan, dokter menyarankan Anda untuk mengambil lebih banyak waktu, mungkin hingga 1 tahun, untuk menurunkan berat badan.

Menurut pakar kesehatan, sangat penting untuk menurunkan berat badan akibat kehamilan." Menurunkan berat ini sangat penting. Jika tidak, hal ini bisa menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas dalam waktu 15-20 tahun ke depan," terang Debra Krummel, PhD, RD, profesor dari University of Cincinnati department of nutrition, seperti dikutip situs webmd.

Tapi jangan lupa, meskipun Anda ingin secepatnya kembali ke bentuk badan semula, hal ini harus dilakukan dengan sabar. Mungkin Anda ingin meniru selebriti favorit Anda yang seringkali bisa langsung kembali memiliki tubuh indahnya segera setelah melahirkan. Mungkin Anda sering bertanya-tanya bagimana mereka bisa melakukannya."Pertanyaan sebenarnya bukan itu, tapi seharusnya, mengapa mereka melakukannya?" terang Melinda Johnson, MS, RD, pakar diet sekaligus juru bicara American Dietetic Association (ADA)."Mereka menerapkan diet yang sangat, sangat ketat, dan sebagian dari mereka melakukan aktivitas sebelum tubuh mereka siap melakukannya," terang dia.

Menurut Johnson, para ibu harus lebih sabar."Anda mengalami penambahan berat badan selama 9 bulan masa kehamilan. Jadi, sebaiknya paling tidak perlu waktu selama itu untuk menurunkan berat badan."

Dengan menerapkan prinsip Johnson tersebut, berikut bebrapa tip yang bisa membantu Anda menurunkan berat badan setelah melahirkan dan membantu Anda kembali ke ukuran jeans lama Anda, apapun ukurannya.

1. Hindari diet

Kedengarannya aneh, tapi mengikuti pola diet tertentu bisa menghancurkan usaha Anda menurunkan berat badan pasca melahirkan. Menurut Johnson, merasa punya akses terbatas terhadap makanan favorit sementara Anda sudah stres karena peran Anda sebagai ibu, bisa menjadi sumber penambah berat badan.

"Jika Anda menerapkan pola makan sehat dan makan di saat lapar, sebagian besar perempuan mengaku tetap memiliki berat badan alami," terang dia.

Daripada diet, Johnson, menganjurkan Anda untuk mengonsumsi berbagai variasi makanan dalam jumlah seimbang. Jadi, sediakan snack yang berbeda-beda di rumah. Ini akan menghindarkan Anda dari kelaparan dan membuat Anda berenergi sepanjang hari. Potongan apel, wortel, atau cracker gandum bisa menjadi pilihan Anda.

Tidak perduli seberapa besar keinginan Anda untuk menurunkan berat badan, cobalah untuk tidak mengurangi asupan 1.800 kalori per hari, khususnya saat Anda sedang menyusui.

2. Pilihlah makanan super

Ketika baru melahirkan, tubuh Anda memerlukan nutrisi maksimum, khususnya jika Anda menyusui. Karena itu, pilihlah makanan yang kaya nutrisi tapi rendah kalori dan lemak. Salah satu contohnya adalah ikan. Ikan kaya akan DHA, asam lemak omega-3 esensial, yang berfungsi membantu perkembangan otak dan sistem saraf bayi Anda. Sumber DHA terbaik adalah salmon, sardine dan tuna.

Selain ikan, Anda juga sebaiknya menambah asupan susu yang kaya kalsium untuk membantu mempertahankan kekuatan tulang. Jangan lupa juga asupan protein Anda. Pilihlah daging dengan sedikit lemak, ayam, serta kedelai yang rendah lemak tapi tinggi protein dan serat. Makanan ini baik bagi Anda dan membuat Anda kenyang lebih lama.

3. Menyusui

Meskipun fakta apakah menyusui bisa menurunkan berat badan masih menjadi kontroversi, beberapa studi menemukan kalau memberi ASI eksklusif akan membantu Anda kembali ke berat badan semula lebih cepat. Menyusui baik bagi bayi Anda, bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta berbagai manfaat kesehatan lainnya. Menyusui eksklusif juga memungkinkan Anda menambah asupan 300 kalori ekstra per hari (bisa juga ditambah sedikit jika bayi Anda kuat minum atau bayi Anda kembar). Tapi jangan jadikan menyusui sebagai alasan untuk mengonsumsi apapun yang Anda mau.

4. Minum

Minum banyak sepanjang hari akan menghindarkan Anda dari dehidrasi. Minum juga akan membuat Anda kenyang sehingga konsumsi makan Anda berkurang. Beberapa studi juga telah menemukan kalau minum banyak bisa mempercepat proses metabolisme.

Menurut Johnson, minum 8 gelas per hari bukanlah patokan pasti kalau asupan air Anda cukup. Johnson lebih menganjurkan menjadikan warna dan frekuensi air seni Anda sebagai patokan. Jika air seni Anda relatif jernih, dan Anda buang air kecil setiap 3-4 jam sekali, berarti Anda minum cukup air.

5. Olahraga

Diet sangat penting, tapi tetap hanya satu bagian dari rencana menurunkan berat badan Anda. Anda perlu memadukannya dengan aerobik dan latihan kekuatan setelah melahirkan. Ini bisa membakar kalori dan menjaga kekuatan otot serta tulang. Olahraga, terang Johnson, selain menurunkan berat badan juga mempunyai banyak manfaat lainnya."Olahraga juga membantu mengatasi depresi, gangguan tidur, meredakan stres."

Tentu saja tidak harus ke gym. Anda bisa mendapatkan kembali bentuk tubuh impian Anda dengan melakukan jalan cepat bahkan saat mendorong bayi di kereta dorongnya."Berolahragalah 150 menit per minggu," terang James M. Pivarnik, PhD, FACSM, profesor kinesiology and epidemiology di Michigan State University. Dengan keberadaan bayi mungil Anda, melakukan olahraga terus-menerus selama 30 menit kedengarannya tidak mungkin. Jadi, Anda bisa membaginya menjadi 10 menit per sesi-nya. Selanjutnya cobalah menambah durasi hingga 20-30 menit per sesi-nya.

6. Tidur

Mungkin Anda tidak bisa tidur penuh selama 8 jam per malam karena harus merawat bayi Anda. Tapi, kurang tidur bisa menghalangi usaha Anda menurunkan berat badan. Sebuah studi menemukan, ibu baru melahirkan yang tidur selama 5 jam atau kurang semalam cenderung lebih sulit menurunkan berat badan dibandingkan mereka yang tidur 7 jam.

Saat lelah, tubuh akan melepaskan cortisol serta hormon-hormon stres lainnya yang bisa memicu penambahan berat badan."Selain itu, saat kelelahan, Anda cenderung tidak akan memperhatikan kebutuhan Anda," terang Johnson. Anda tidak akan terlalu memperhatikan mana makanan yang sehat. Anda bahkan cenderung memilih makanan yang bisa diolah dan diperoleh dengan mudah. Selain itu, Anda akan semakin malas melakukan aktivitas fisik.

Mungkin Anda sudah sering disarankan untuk ikut tidur saat bayi Anda tidur, dan ini benar adanya. Tidur ayamlah sesering mungkin sepanjang hari dan tidurlah lebih awal, paling tidak sampai bayi Anda mulai tidur.

7. Minta bantuan

Jika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, mintalah bantuan dokter dan pakar diet Anda. Pakar diet ini bisa membantu Anda menyusun rencana makan yang membantu Anda menurunkan berat badan secara aman dan efektif. Sedangkan dokter bisa menuntun Anda dalam menentukan jumlah berat badan yang harus diturunkan dan kapan saat yang tepat untuk mulai berolahraga.

REFERENCE : WEB mediaindonesia.com

INDAH FASHION

ONLINE&OFFLINE SHOP
SALE MATERNITY/BIG SIZE& BREASTFEEDING CLOTHES/UNDERWEAR ,

BABY UNTIL 5 YEARS BRANDED (CUBITUS,ETC) CLOTHES
DRESS,WOMAN JEANS PANTS NEW&REASONABLE

SHIPPING AROUND THE WORLD
WEB , http://indahfashion.blogspot.com
e-mail:sweetye_indah@yahoo.com

Also visit, http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com

http://indahmoney.blogspot.com

http://indaherbal.blogspot.com

http://indahcareer.blogspot.com








Custom Search

PUT INDAH FASHION BANNER

FEED BURNER

growurl

GrowUrl.com - growing your website