23:42 Posted In , , , , , , , , , Edit This
Age 6 months upwards
CHAPTER normal frequency:
Usually 3-4 times a day or 2 days. Once children hit 4-year, its frequency CHAPTER been like parents, ie one to two times a day.
The frequency of abnormal CHAPTER:
* More than 4 times a day accompanied by other symptoms. For example, babies until Chapter 6 times a day. This could be an alarm for the parents that the condition of the child was unwell. Consider whether the baby is fussy or anxious? If so, there may be something wrong with his digestion. To trace the cause, to remember what the food menu that day until 2 days before; if too much fiber? Too much is given fruit / vegetables as possible. Infants who consume too much fiber has the potential for more frequent bowel and eventually became thin. For what is consumed issued more than absorbed.
Two times within a period of seven days or less. Possible baby constipation / faecal constipation or compression in the large intestine. Be careful, if the stool is hard to make her anus and little wounds suffered trauma so reluctant to defecate next.
Causes of constipation:
* Could be a baby too much to drink and not getting enough milk solids and less drinking water.
* Lack of fiber / less consumption of vegetables or fruits.
The fix, the first cause can be overcome by reducing the intake of infant formula milk and reproduce menggantikannnya with solid food intake according to age. While the second, of course the baby should be eating more fruits, vegetables, and do not forget to drink plenty of water. If these conditions are not improved, very wise when the child seen by a doctor.

Within a day, normally the baby urinate about 3-4 times. However, the frequency of bladder actually need not worry. If more than that is okay. Except when pipisnya very often (more than 10 times / day) or rarely at all. In a sense as long as no signs of dehydration or the baby becomes lethargic and fussy, do not need too make an. Let alone worry about the baby because militus diabetes DM in children, especially infants are very rare.
But beware if the frequency of rare baby BAK / become rare. For example, one day only once even though usually 4 times. Or, since your baby was born rarely pee when fluid intake is adequate. Some causes of a rare bladder frequency is:
3 Infants experiencing dehydration. This could be due to a breastfeeding mother drink a lot less or a baby is experiencing vomiting or excessive sweating. Such conditions can be overcome by giving a lot of fluid intake in infants. Breastfeeding mothers, for example, have much to drink. However, for cases of vomiting, the baby should be immediately taken to the doctor to find the cause and prevent it from dehydration.
3 The baby boy, try to see the end kulupnya whether small or not visible. If so, he could be experiencing phymosis (end of small foreskin) that cause rare bladder. As the solution is usually the doctor will perform zooming by circumcision. These conditions need to be addressed immediately because if left unchecked can cause urinary tract infections in infants.
3 It is hard to pee on the baby girl could be caused by infection in the organs could be intimate even though his bladder just so more often. As pecegahan, after urinating, urinary hole and the surrounding area should be cleaned immediately. Remaining urine can settle in the folds around the genitals and cause infection. Attention is also sure clean technique. Do not clean from the rear to the front but from the front backward. This meant that excrement from the anus does not carry over to the vagina.


Mailing List Nakita

Archive @ /


23:36 Posted In , , , , , , , , Edit This

If too often or too rarely means there is something wrong.
Bowel frequency (BAB) and small (BAK) infants is closely related to the incoming intake. The proof, among infants who are breastfed and do not have different frequencies and pee & pup. How could such a thing? Then, how normal frequency? Consider the explanation of dr. Eva J. Soelaeman, SpA.

Breastfed babies:
Age 0-6 Months:
CHAPTER normal frequency:
1-7 times a day or even just 1-2 days. With a record baby's weight continued to increase according to the normal graphics card listed on the Go Healthy / KMS. If that happens on the other hand, the little doctor must undergo examination.
The frequency of abnormal CHAPTER:
* After 2 days, or not Chapter 1 Chapter three days time. This condition needs to be consulted on the doctor. Usually the doctor will look at the condition of the baby's stomach, bloated or not, state feces, weight, and infant growth. Some possible causes babies are rarely SECTION:
* Factor mother's diet. For example, nursing mothers are taking meducine/ jamu. As a result babies get breast milk intake of mother come to "feel" the impact of the drug. Just so you know, some drugs / herbs can make a motion / work intestine becomes slow. This condition, which in turn make babies suffer from constipation.
* Problems with the baby's digestive system. For example, blocked or twisted intestines.
* More than 7 times a day. CHAPTER frequency more often than usual may be caused by maternal diet factors. Example, mothers who breastfeed mengonsumi or eating spicy foods that contain high fiber can make a baby so more often pup.

BABIES ARE NOT breastfed
Age 0-6 months of age
CHAPTER normal frequency:
About 3-4 times a day until 1-2 days only once. Why it CHAPTER frequency less frequently than breastfed babies? ASI
as known very easily digested by babies. But not so with formula that is more difficult to digest and be absorbed by the baby's digestive system. This is what causes why
breastfed babies are rarely overweight, while the "infant formula" is often overweight.
The frequency of abnormal CHAPTER:
When baby watery feces and frequency more than 10 times per day along with weight loss.


Mailing List Nakita

Archive @ /


23:18 Posted In , , , , , , , , , Edit This

J ika terlalu sering atau kelewat jarang berarti ada sesuatu yang tak beres.
Frekuensi buang air besar (BAB) dan kecil (BAK) bayi berkaitan erat dengan asupan yang masuk. Buktinya, antara bayi yang mendapat ASI dan tidak berbeda pula frekuensi pup dan pipisnya. Kok bisa seperti itu? Lalu, bagaimana frekuensi yang normal? Simaklah penjelasan dari dr. Eva J. Soelaeman, SpA.

Usia 0-6 Bulan:
Frekuensi BAB normal:
Sehari 1-7 kali atau bahkan hanya 1-2 hari sekali. Dengan catatan berat badan bayi terus bertambah sesuai grafik normal yang tertera pada Kartu Menuju Sehat/KMS. Jika yang terjadi sebaliknya, si kecil harus menjalani pemeriksaan dokter.
Frekuensi BAB tidak normal:
* Setelah 2 hari tidak BAB atau BAB tiga hari 1 kali. Kondisi ini perlu dikonsultasikan pada dokter. Biasanya dokter akan melihat kondisi perut bayi, kembung atau tidak, keadaan feses, berat badan, dan tumbuh kembang bayi. Beberapa kemungkinan penyebab bayi jarang BAB adalah:
* Faktor makanan ibu. Misal, ibu menyusui sedang mengonsumsi obat-obatan/jamu. Akibatnya bayi yang memperoleh asupan makanan dari ASI ibu ikut "merasakan" dampak obat itu. Asal tahu saja, beberapa obat/jamu bisa membuat gerak/kerja usus menjadi lambat. Kondisi ini yang pada akhirnya membuat bayi mengalami sembelit.
* Masalah pada sistem pencernaan bayi. Misal, ususnya tersumbat atau melintir.
* Lebih dari 7 kali sehari. Frekuensi BAB yang lebih sering dari biasanya dapat disebabkan faktor makanan ibu. Contoh, ibu menyusui yang mengonsumi makanan pedas atau makan yang mengandung serat tinggi dapat membuat bayinya jadi lebih sering pup.

Usia Usia 0-6 bulan
Frekuensi BAB yang normal:
Sekitar 3-4 kali sehari sampai hanya 1-2 hari sekali. Kenapa frekuensi BAB-nya lebih jarang dari bayi yang menyusu ASI? ASI
seperti diketahui sangat mudah dicerna oleh bayi. Namun tidak begitu dengan susu formula yang lebih sulit dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan bayi. Inilah yang menyebabkan kenapa
bayi yang menyusu ASI jarang mengalami kegemukan, sementara "bayi susu formula" kerap kelebihan berat badan.
Frekuensi BAB yang tidak normal:
Bila feses bayi encer dan frekuensinya lebih dari 10 kali per hari disertai penurunan berat badan.
Usia 6 bulan ke atas
Frekuensi BAB normal:
Biasanya 3-4 kali sehari atau 2 hari sekali. Setelah anak menginjak 4 tahun, frekuensi BAB-nya sudah seperti orangtuanya, yakni satu sampai dua kali sehari.
Frekuensi BAB tidak normal:
* Lebih dari 4 kali sehari disertai gejala-gejala lain. Misalnya, bayi BAB sampai 6 kali sehari. Ini bisa dijadikan alarm bagi orangtua bahwa kondisi si kecil sedang tidak sehat. Coba perhatikan apakah bayi juga rewel atau gelisah? Jika ya, kemungkinan ada sesuatu yang tidak beres pada pencernaannya. Untuk menelusuri penyebabnya, ingat-ingat apa menu makanannya hari itu hingga 2 hari sebelumnya; apakah terlalu banyak serat? Terlalu banyak diberi buah/sayuran mungkin. Bayi yang terlalu banyak mengonsumsi serat berpotensi untuk lebih sering BAB dan akhirnya menjadi kurus. Sebab apa yang dikonsumsinya lebih banyak yang dikeluarkan ketimbang yang diserap.
Dua kali dalam kurun waktu tujuh hari atau kurang. Kemungkinan bayi mengalami konstipasi/sembelit atau pemampatan feses di usus besar. Hati-hati, jika feses yang keras membuat anusnya luka dan si kecil mengalami trauma sehingga enggan untuk buang air besar yang berikutnya.
Penyebab konstipasi:
* Bisa jadi bayi terlalu banyak minum susu dan kurang mendapat makanan padat serta kurang minum air putih.
* Kurang serat/kurang mengonsumsi sayuran atau buah-buahan.
Cara mengatasinya, penyebab pertama bisa diatasi dengan mengurangi asupan susu formula pada bayi dan menggantikannnya dengan memperbanyak asupan makanan padat sesuai usianya. Sementara yang kedua, tentu bayi harus lebih banyak diberi makan buah-buahan, sayuran, dan tak lupa banyak minum air putih. Bila kondisi ini tidak mengalami perbaikan, amat bijak bila si kecil diperiksakan ke dokter.
Dalam sehari, normalnya bayi buang air kecil sekitar 3-4 kali. Namun, sebetulnya frekuensi BAK tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Jika lebih dari itu oke-oke saja. Kecuali bila pipisnya sangat sering (lebih dari 10 kali/hari) atau jarang sama sekali. Dalam artian selama tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau bayi menjadi lesu dan rewel, tak perlu terlalu mempermasalahkannya. Apalagi sampai khawatir bayi terkena diabetes militus karena DM pada anak, apalagi bayi sangat jarang terjadi.
Namun waspadai bila frekuensi BAK bayi jarang/menjadi jarang. Misalnya, satu hari hanya sekali padahal biasanya bisa 4 kali. Atau sejak lahir si kecil memang jarang pipis padahal asupan cairannya mencukupi. Beberapa penyebab frekuensi BAK yang jarang adalah:
3 Bayi mengalami kekurangan cairan. Ini bisa karena ibu yang menyusui kurang banyak minum atau bayi sedang mengalami muntah-muntah atau berkeringat berlebihan. Kondisi seperti ini dapat diatasi dengan banyak memberi asupan cairan pada bayi. Ibu menyusui, misalnya, mesti banyak minum. Namun untuk kasus muntah-muntah, sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter untuk mencari penyebabnya dan mencegahnya dari dehidrasi.
3 Pada bayi laki-laki, coba perhatikan ujung kulupnya apakah terlihat kecil atau tidak. Bila ya, bisa jadi ia mengalami phymosis (ujung kulup kecil) sehingga menyebabkannya jarang BAK. Sebagai solusi biasanya dokter akan melakukan pembesaran dengan cara sunat. Kondisi ini perlu diatasi segera karena jika dibiarkan bisa menimbulkan infeksi pada saluran kencing bayi.
3 Sukar pipis pada bayi perempuan bisa disebabkan infeksi pada organ intimnya meski bisa juga BAK-nya justru jadi lebih sering. Sebagai pecegahan, sehabis BAK, lubang kencing dan daerah sekitarnya mesti langsung dibersihkan. Sisa air seni bisa mengendap di lipatan-lipatan sekitar kelaminnya dan menimbulkan infeksi. Perha-tikan juga teknik menceboki. Jangan menceboki dari arah belakang ke depan namun dari depan kebelakang. Ini dimaksudkan agar kotoran dari anus tidak terbawa ke vagina.

sumber :
Mailing List Nakita





Also visit,

Facebook :

11 Basic Rules Raising Children By Nanny Stella

03:39 Posted In , , , , , , , , , , , , , Edit This - loyal audience the show Nanny 911 will familiar with the name of Nanny Stella. This event has a lot of spectators because of the nanny who was involved to help the family achieve cooperation and turn chaos into calm in just 7 days.
Some time ago, Nanny Stella visited Jakarta to share the basic rule 11 (11 Commandments) in raising children. These rules he had made with one friend, Nanny Deb, who also participated in the event. Experiences for approximately 15 years of parenting, plus education for 2 years at the National Nursery Education Board made him the confidence to publish these 11 basic rules. According to him, this basic rule cross age, cross country, not situational, not emotional, absolute, and is made to avoid bad actions that could have happened in the future.
Here are the 11 rules, which delivered Nanny Stella in his seminar on JITEC, Mangga Dua Square, Jakarta, Saturday (7/12/09) ago.
Be consistent
No means no. Yes, it means yes. If you want to impose "timeout" to your child, do it. Do not stop or cancel it just because there are distractions.
Every action has consequences
Good behavior rewarded. Bad behavior punished. Give an explanation if there is a reward for something good that he did, or punishment if he made a mistake. For example, you and your family going on vacation to a nice vacation spot if the child can reach great numbers in the report. Or, if you are lazy to learn, he will live classroom.
Say what you want
Think before you speak, or feel the consequences. If the child has violated your command, then the punishment must also be clear, and you have to do the punishment. If you violate your own reward system, then the child will get used to ignore the punishment that you set for other things. Get ready, because this would lead to dissent.
Parents work together as a team
If you and your partner do not mutually agree on one thing, your child will not know whom to listen. The result, he would not listen to anybody. This not only applies to you and your partner, but also for all those who are in places you raise the child. Whether it's nanny, mother-father, grandparents, uncles, aunts, all those involved with the child. Do not let anyone have the words opposite to each other, because the child can result in confusion and even worse for him.
Do not promise if it can not be observed
If you promise something to the child, make sure the promise is fulfilled. If you could not give promise to the children, better not say. Because of broken promises can be a very painful thing for the child.
Listen to your kids
Acknowledge their feelings. Say, "I understand", but said earnestly, then take the time to really listen to you. Because they need someone who can and want to listen to their complaints. If they lean to the wrong person, the result could be no right thing for him. Try to be their friend and listen to what they feel. Feel the pleasure of the people who understand their closest.
Set routines
Routine makes your child feel secure and give structure to the time that they have. But not necessarily have to follow the schedule in accordance hours. "Routines are important, so that the children learned what they would do next. No need on an hourly, based routines can. In this way they learn order. For example, after playing in the afternoon, they bathe, eat dinner, brush your teeth , wash your feet, and sleep, "said Nanny Stella.
The respect goes both ways
If you do not respect your kids, they will not respect you. The statute "treat others as you want to be treated". Honor them by providing what they are entitled to without delay, as well as listen to what they want to say.
Positive reinforcement is better than negative reinforcement
Flattery, praise, and pride far more useful than being bitchy, negative, and ignored. It's better to say positive reinforcement to communicate your intentions, rather than pointing to a label adjectives. For example, "I'm glad to see the efforts you improve your math score" better than, "You're smart. Value of Mathematics you've got 1 point in the report card". When you label a point, he will stop there and not trying to develop.
Behavior are universal
Good behavior accepted by anyone. Model him to say "thank you, please, or excuse" to those that intersect. Wherever, polite always necessary. Teach good manners to him through your actions. Children like a blank tape to record whatever they see of the people, or what he witnessed. So, give him the best examples.
Define your role as a parent
It's not your job to make kids stick to you. Your task is to prepare children to face the outside world, and let her be herself. Do not always stick and help her with everything. Occasionally he had to learn to deal with the pain, sense of failure, also can not think. This is important so that he could find a way to overcome the limitations
source: web

11 Aturan Dasar Membesarkan Anak ala Nanny Stella

03:33 Posted In , , , , , , , , , , , , , Edit This - Penonton setia acara Nanny 911 pasti tak asing dengan nama Nanny Stella. Acara ini memiliki banyak penonton karena para nanny yang terlibat harus membantu keluarga tersebut mencapai kerja sama dan mengubah kekacauan menjadi ketenangan hanya dalam waktu 7 hari.

Beberapa waktu lalu, Nanny Stella mengunjungi Jakarta untuk berbagi 11 aturan dasar (11 Commandments) dalam membesarkan anak. Aturan-aturan ini ia buat bersama salah seorang sahabatnya, Nanny Deb, yang juga ikut dalam acara tersebut. Pengalamannya selama kurang lebih 15 tahun dalam mengasuh anak, ditambah pendidikannya selama 2 tahun di National Nursery Education Board membuatnya percaya diri untuk menerbitkan 11 aturan dasar ini. Menurutnya, aturan dasar ini lintas usia, lintas negara, tidak situasional, tidak emosional, absolut, dan dibuat untuk menghindari tindakan-tindakan buruk yang bisa saja terjadi di masa mendatang.

Berikut adalah 11 aturan tersebut, yang disampaikan Nanny Stella dalam seminarnya di JITEC, Mangga Dua Square, Jakarta, Sabtu (7/12/09) lalu.

Bersikap konsisten
Tidak artinya tidak. Ya, artinya ya. Jika Anda ingin memberlakukan "timeout" kepada anak Anda, lakukanlah. Jangan berhenti atau membatalkan hal tersebut hanya karena ada gangguan.

Setiap tindakan punya konsekuensi
Tingkah laku yang baik mendapat imbalan. Tingkah laku buruk mendapat hukuman. Berikan penjelasan jika memang ada imbalan untuk sesuatu yang baik yang ia lakukan, atau hukuman jika ia melakukan kesalahan. Misal, Anda sekeluarga akan berlibur ke tempat liburan yang menyenangkan jika anak bisa meraih angka bagus di rapor. Atau, jika malas belajar, ia akan tinggal kelas.

Katakan seperti apa yang Anda inginkan
Berpikirlah sebelum bicara, atau rasakan akibatnya. Jika si anak pernah melanggar perintah Anda, maka hukumannya pun harus jelas, dan Anda harus melakukan hukuman tersebut. Jika Anda melanggar sistem ganjaran Anda sendiri, maka si anak akan terbiasa mengabaikan hukuman yang Anda tetapkan untuk hal-hal lain. Bersiaplah, karena hal ini akan berujung pada pembangkangan.

Orangtua bekerja sama sebagai satu tim
Kalau Anda dan pasangan tidak saling setuju dalam satu hal, anak Anda tidak akan tahu siapa yang harus ia dengarkan. Hasilnya, ia tak akan mendengarkan siapa pun. Ini tak hanya berlaku untuk Anda dan pasangan saja, tetapi juga untuk semua orang yang berada di tempat Anda membesarkan si anak. Entah itu pengasuh, ibu-ayah, kakek-nenek, paman-bibi, semua yang terlibat dengan si anak. Jangan sampai ada yang memiliki kata-kata yang saling bertolak belakang, karena anak bisa bingung dan malah berakibat buruk baginya.

Jangan berjanji jika tak bisa ditepati
Kalau Anda menjanjikan sesuatu kepada si anak, pastikan janji tersebut terpenuhi. Jika Anda tak pasti bisa memberikan janji tersebut kepada anak, lebih baik jangan dikatakan. Karena ingkar janji bisa jadi hal yang sangat menyakitkan untuk anak.

Dengarkan anak-anak Anda
Akui perasaan mereka. Katakan, “Ibu mengerti”, tapi ucapkan dengan sungguh-sungguh, lalu luangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan Anda. Karena mereka butuh orang yang bisa dan mau mendengarkan keluh-kesah mereka. Jika mereka bersandar kepada orang yang salah, hasilnya bisa menjadi hal yang tak benar untuknya. Cobalah untuk menjadi sahabat mereka dan dengarkan apa yang mereka rasakan. Rasakan nikmatnya menjadi orang terdekat yang mengerti mereka.

Tentukan rutinitas
Rutinitas membuat anak Anda merasa aman dan memberi struktur terhadap waktu yang mereka miliki. Namun tak selalu berarti harus mengikuti jadwal sesuai jam. "Rutinitas itu penting, agar anak-anak jadi tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Tak perlu berdasarkan jam, berdasarkan rutinitas juga bisa. Dengan demikian mereka belajar keteraturan. Misalnya, usai bermain di sore hari, mereka mandi, makan malam, sikat gigi, cuci kaki, lalu tidur," ujar Nanny Stella.

Rasa hormat berlaku dua arah
Kalau Anda tidak menghormati anak Anda, mereka tidak akan menghormati Anda. Hukumnya "perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan". Menghormati mereka dengan memberikan apa yang menjadi hak mereka tanpa menunda, juga mendengarkan apa yang mereka ingin katakan.

Penguatan positif lebih baik dari penguatan negatif
Sanjungan, pujian, dan kebanggaan jauh lebih bermanfaat daripada bersikap nyinyir, negatif, dan mengacuhkan. Lebih baik mengucapkan penguatan positif kepadanya untuk menyampaikan maksud Anda, bukan menunjuk ke suatu kata sifat yang melabeli. Misalnya, "Mama senang sekali melihat usaha kamu meningkatkan nilai Matematika kamu" lebih baik ketimbang, "Kamu pintar. Nilai Matematika kamu sudah naik 1 angka di rapor". Ketika Anda melabeli suatu titik, ia akan berhenti di sana dan tidak berusaha untuk berkembang.

Tingkah laku adalah hal yang universal
Tingkah laku yang baik diterima oleh siapa pun. Contohkan padanya untuk mengucapkan "terima kasih, tolong, atau maaf" kepada orang-orang yang bersinggungan. Di mana pun, sopan-santun selalu diperlukan. Ajarkan tata krama kepadanya lewat tindakan Anda. Anak seperti kaset kosong yang merekam apa pun yang mereka lihat dari orang-orang, atau apa yang ia saksikan. Maka, berikan contoh terbaik kepadanya.

Definisikan peran Anda sebagai orangtua
Bukan tugas Anda untuk membuat anak menempel pada Anda. Tugas Anda adalah mempersiapkan anak untuk menghadapi dunia luar, dan membiarkannya menjadi diri sendiri. Jangan selalu menempel dan membantunya mengerjakan segala hal. Sesekali ia pun harus belajar menghadapi rasa sakit hati, rasa gagal, juga rasa tak mampu. Ini penting agar ia bisa mencari jalan untuk mengatasi keterbatasannya
sumber : web




Also visit,

Facebook :

Securing Child From Accidents at Home

17:46 Posted In , , , , , , , , Edit This
However, sometimes this is impossible because of the narrowness of the house. In addition, your baby may also be tired of just being in the room, especially every day. As a result, he still wanted to get out of arealnya it, and all over the house had been explored. Plus the higher interest and great curiosity, so relentless she tried a new experience; up and down stairs, open the closed doors including cabinet doors, rooms, and also refrigerators, as well as touching this and that.

This led to other consequences, namely the need to safeguard children from several accidents that may occur. Therefore, you are encouraged to provide safety devices required (household safety). What security can you plug in the house?

1. Security bracket table (soft corner Protectors). This tool is made of plastic and dull that it will not hurt if the child hit. Or, you can also replace all the table with a round tip and not sharp.
2. Closing the plug. Young children may put her fingertips to each hole in the wall, including the plug in which is contained electricity. Plug the special lid so that your child does not merambahnya as toys.
3. Guardrail. This tool is needed, especially for those who have storey house because it can prevent your baby up and down stairs without being noticed. In addition, if the kitchen and dining room with a door you did not, this fence can be installed to prevent it in the kitchen.
4. Security drawer. Often times opening and closing drawers makes little fingers stuck, but its contents were spilled and broken. Install safety drawer to prevent that happening.
5. Security dispensers. Hot water faucet can make a baby fingers blistered and wounded. Put a special faucet that has a small knob.
6. Bolt refrigerator. Refrigerator, especially large so that the baby can enter into it very dangerous for toddlers. Attach a special bolt so he could not open it without adult help.
7. Cupboard cover bolt. This tool serves as a lock for the door handle so that toddlers can not play the cabinet lid. Put in the closet, bookcase, or cabinet DVD.
8. Anti-slip mats. Install anti-slip mats made of rubber and not slippery to prevent your baby falling when you bathe in the bathroom. You can put it on the area where he used to bathe, be it on the floor of the bathtub or on the bathroom floor.
resources web
Custom Search



growurl - growing your website